Powered by Blogger.

503

Post kali ini adalah cerita nyata tentang apa yang gue alami beberapa hari yang lalu. Tepatnya sih apa yang gue pelajari beberapa hari yang lalu tentang untuk tidak menjadi kepo. Buat yang ga tau apa sebenarnya arti dari kepo, gue akan berusaha menjelaskannya. Kepo sebenarnya adalah sebuah kata sifat, ditujukan buat orang yang suka mencampuri atau mengurusi hal yang bukan urusannya. Contohnya, di saat lu mengerjakan urusan orang lain, padahal orang itu tidak menyuruh atau bahkan mengharapkan lu untuk mengerjakannya. Nah di saat itulah lu dikatakan kepo. Sebenarnya artinya lebih luas daripada itu sih, tapi yah itu sudah sedikit banyak lah.

Gue cuma pinter ngomong. Bilang ke orang untuk tidak kepo. Nyatanya gue sendiri kepo banget. Seperti yang akan gue ceritakan di bawah ini tentang ke-kepo-an gue.

Gue dan beberapa teman mau pergi ke Shipai Street untuk beli barang dan sekalian makan malam. Untuk sampai ke sana, kami memutuskan untuk naik bus B11. Ketika lagi di halte bus dan sedang menunggu bus, tiba-tiba datang temen sekelas gue dan gue pun menyapa dia:

"Hey, mau kemana lu?"

"Harusnya gue kali yang nanya. Kalian pada mau kemana?" dia menjawab demikian.

"Oh, gue mau ke Shipai nih sama anak-anak...................." dan bla-bla-bla basa-basi yang lain.

Nah ternyata dia mau pergi nge-gym waktu itu, dan kebetulan dia juga seharusnya naik bus yang sama dengan kami yaitu B11. Jadi kita nunggu bareng. Tapi ternyata busnya lama banget ga nyampe-nyampe dan tiba-tiba bus nomor 503 datang, dan gue pun bilang ke dia, 

"Henny, bus nomor 503 ini juga bisa nyampe Baijia (daerah tempat fitnes dia) loh. Mending lu naik ini aja biar ga lama nunggunya."

"Oh bisa taa? Bukannya nomor 560 yang bisa yah?" Dia meragukan gue rupanya.

"Bukan kok. 503 yang bener. Soalnya dulu gue pernah salah naik bus, harusnya naik 503 tapi gue naik 560" Gue menjawab dengan pede selangit.

Dia langsung menuju bus, mau naik rupanya. "Oh ya udah, gue cabut dulu yah. Awas lu kalau salah!"

"Ah ga mungkin lah. Lagian, kalau salah, gue ganti uang bus lu 10 kali lipat. Hahahahahaha" Gue masih sempat ketawa setan.

Setelah dia masuk ke bus, gue merasakan aura yang ga enak. "Jangan-jangan gue emang salah." Lalu gue bergegas lari ke papan yang menunjukkan arah jalannya bus, dan ternyata 503 adalah bus yang dulu salah gue naiki. Dan begitu gue berbalik badan, bus 503 yang Henny naiki baru saja jalan, dan gue berteriak.

"Henny Henny!" 

Tapi semuanya terlambat. Dia udah jalan duluan. Dan gue ga tau nasib dia selanjutnya gimana. Soalnya bus itu larinya lumayan jauh dari tempat tujuan dia yang sebenarnya dan di tempat dia berhenti itu, agak sepi-sepi gitu jalannya. Gue berusaha menelpon dia. Ga diangkat sama dia. Akhirnya gue memutuskan untuk meng-sms dia, gue mengetik:

"Henny, maaf banget gue salah. Maaf >.< Besok gue ganti beneran deh uang bus lu. Maaf yee maaf."

Gue menunggu balasan tapi ga dibalas-balas. Sampai akhirnya gue kelupaan. Malamnya, gue melihat hp, ternyata ada sms masuk. Dari Henny, bunyinya:

"Tiada maaf bagimu."

Semester Baru Semangat Baru

Judul post kali ini gue dapet dari tontonan gue beberapa minggu yang lalu, yaitu MTV Drama Queen, yang tayangnya waktu itu setelah acara MTV 4l4Y yang sama ga jelasnya. Kalimat itu dibacakan sama pembawa acaranya waktu dia bacain ramalan bintang dari zodiak Virgo yang kebetulan adalah zodiak gue. Bukannya gue percaya dengan ramalan bintang, tapi menurut gue kata-kata ini cukup benar. Jadi kali ini gue mengangkat kalimat ini menjadi judul post gue hari ini yang gue ketik sambil dengerin lagunya Taylor Swift karena gue ga tau lagi gue musti ngapain sangking bosannya. Hue :P

Semester kali ini memiliki beberapa perbedaan dengan semester gue yang kemarin. Salah satu di antaranya adalah, semester lalu gue masih tahun pertama, dan dimulainya semester kali ini akan menandakan dimulainya kehidupan gue sebagai anak kuliahan tahun kedua. Dan yang sangat gue sayangkan adalah setahun berlalu dengan sangat cepat (banget) dan oleh karena itu gue harus lebih menghargai tahun-tahun gue yang selanjutnya, selama gue masih berada di sini. Perbedaan selanjutnya adalah gue berpindah tempat tinggal, bukan pindah kamar, tapi cuma pindah kasur. Haha. Tapi yang penting ada sedikit suasana baru sih. Itu beberapa perbedaan yang gue rasakan semester ini. Sisanya hampir sama dengan dulu-dulu sih. Oh ya. Semester ini berbeda juga karena gue berganti roomate. Ci Sure kembali ke Indonesia, Ci Sianty pindah ke apartemen bareng Ko Felix dan sebagai penggantinya ada si kecil Lingek. 

Yang mau gue lakukan di post kali ini adalah recap ulang apa yang sudah terjadi di semester kemarin dan khususnya tahun ajaran kemarin sih. Kali ini gue akan mendata hal-hal apa yang udah gue lakukan sejak gue pertama kali datang ke Guangzhou dan menyandang status mahasiswa.

  1. Gue menjejakkan kaki pertama kali di Guangzhou tanggal 9 September 2009 (09-09-09)
  2. Selama kuliah gue bergabung dengan 学生会 di kampus (kalau waktu SMA kita bilangnya OSIS)
  3. Kota-kota di Cina yang sudah pernah gue kunjungi : Guangzhou, Macau, Zhao Qing dan Beijing
  4. Bergabung dengan Natal Oikumene 2000, Natal GBI Guangzhou 2009, Paskah GBI Guangzhou 2010, HMC 2009 dan juga LTC 2010 yang sangat mengesankan :)

Sayangnya ingatan gue cukup lemah jadi gue ga ingat yang lain lagi (atau jangan-jangan emang ga ada? LOL) tapi sepertinya itu sih hal-hal yang gue lakukan. Kalau gue ingat lagi sewaktu-waktu mungkin akan gue tambah. Nah setelah ini adalah harapan-harapan dan target gue dalam semester yang baru ini. Dan setelah semester ini berlalu, kemungkinan gue bakal mengecek ulang daftar yang gue akan buat ini lalu gue lihat persentase keberhasilannya. Hehe

  1.  IP gue naik. Well setidaknya tidak mengalami penurunan.
  2. Bergabung dengan organisasi mahasiswa Indonesia di Guangzhou
  3. Jadi volunteer di Asian Games (meskipun kemungkinannya udah agak kecil tapi gue masih berharap sih)
  4. Memulai pelayanan di gereja (sebagai singer atau maybe keyboardist)
  5. Pergi ke kota baru di Cina yang belum pernah gue kunjungi (Hongkong, perhaps)
  6. Gue harus kurusan. Begitu gue pulang ke Indonesia imlek depan, ga ada yang boleh bilang gue gendutan :P

Itulah harapan gue untuk semester ke depan ini. Simpel sih, karena gue ga mau bikin target yang muluk-muluk. Pelan-pelan aja dulu. Semoga aja semester ini gue bisa mewujudkan semua itu. Amiiiiin. Dan waktu untuk gue memulainya adalah besok. Hari pertama kuliah. Hari pertama penderitaan dimulai. Hue. Wish me luck yah untuk menghadapi hari-hari baru gue. I wish every single day I am becoming better than the previous days. Have a great evening guys. By the way, ntar malam gue berencana ke Jusco buat beli barang-barang keperluan diet. Haha. Gue mulai bekerja untuk nomor 6 :PP

Take care yaahhh. Daddy bless you always <3

Authentic

Taraaaa! Gue kembali ke kota ini. GUANGZHOU. Kemarin gue nyampe setelah perjalanan yang sangat melelahkan-kan-kan. Bener deh kali ini perjalanannya capek banget. Belum lagi nyampe-nyampe ternyata hujan deras dan gue musti basah-basahan. Kali ini gue ngetik setelah beres-beres. Barusan sih masang sprei putih dengan garis-garis hitam (tapi bukan seperti baju narapidana). Dengan memakai kaos hitam dan celana pendek oranye (yah gue tau warnanya nabrak abis) gue mengetik post gue kali ini.

Nah hari ini yang mau gue bahas adalah tentang yang gue alami di airport LCCT Kuala Lumpur kemarin. Tepatnya waktu gue bakal berangkat ke Guangzhou. Setelah ngurus imigrasi dan segala macamnya, gue pun menuju ruang tunggu. Kebetulan gue dapet pintu T3. Karena gue pikir ntar bakal sumpek banget di pesawat maka gue memutuskan untuk membeli sebuah buku. Gue beli buku novel fiksi berbahasa Inggris dengan judul "The Book of Tomorrow" yang dikarang oleh Cecilia Ahern yang kebetulan adalah penulis novel cinta "PS. I Love You". Tapi kali ini yang akan gue bahas bukan tentang bukunya.

Sambil menunggu waktu boarding, gue baca buku itu di daerah pintu T6 karena di daerah T3 udah pada full semua. Lagi baca buku, tiba-tiba dateng seorang yang mungkin berbangsa Cina, duduk di sebelah gue. Tiba-tiba dia bertanya, "你好,你是去澳门吗?(Kamu mau pergi ke Macau yah?)" dan gue cuma menjawab, "不是,我是去广州的。 (Bukan, gue mau ke Guangzhou)." Lalu dia diam. Beberapa detik kemudian, dia tanya lagi, "你好,现在几点?(Sekarang jam berapa ya?)" Gue ga menjawab. Gue cuma nyodorin tangan gue dan maksud gue adalah "Silahkan Anda lihat sendiri ini jam berapa." Dan akhirnya dia lihat sendiri. Gue baru sadar kayaknya gue cukup jutek waktu itu. Haha. Karena setelah itu dia pergi.

Baru satu menit setelah dia pergi, tiba-tiba dateng dua orang bule (gue yakin mereka bukan orang Inggris karena beberapa kali gue denger mereka ngomong bahasa yang gue ga mengerti) dan mereka adalah suami-istri. Sang suami bertanya sama gue apakah di sebelah gue ada orang yang duduk. Gue bilang aja ga ada karena abang-abang yang tadi juga toh uda pergi. Ternyata oh ternyata, ini bule yang duduk di samping gue ini bawel banget. Dia ngajak gue ngobrol. Dalam bahasa Inggris. Sebenarnya awalnya gue agak gugup juga sih, takut bahasa Inggris gue belepotan karena uda jarang banget digunakan. Kalau ibarat aki udah soak kali. Hue. Pembicaraan tentang si bule inilah yang menurut gue menarik.

Awalnya yang kita bicarakan adalah basa-basi tentunya. Dia tanya gue mau kemana dan gue jawab aja. Setelah dia denger kalau gue ke Guangzhou, dia bilang kalau dia bakal ke sana juga. Karena waktu itu dia menuju Hongkong buat liburan dan bakal ke Guangzhou buat beberapa jam sebelum dia berangkat naik kereta ke Shanghai dari Guangzhou. Dan dia pun bercerita ke gue tentang alasan dia bakal naik kereta. Menurut beliau (gue berusaha sopan) kalau naik kereta itu kita bisa merasakan sense yang berbeda dibandingkan kalau kita naik pesawat. Beliau bilang dia barusan baca satu buku, dimana penulisnya bercerita kalau dia pergi ke seorang fortune teller dan fortune teller itu ngasih tau si penulis untuk tidak bepergian dengan pesawat terbang dalam jangka waktu tertentu yang gue lupa. Guess what, si penulis itu memutuskan untuk mengikuti kata-kata si fortune teller. Dia selalu pergi kemana pun pake kereta api. Dan akhirnya dia menyadari kalau ternyata dengan bepergian dengan kereta api, lu bakal melihat banyak hal baru yang belum pernah lu liat, dibandingkan dengan naik pesawat. Kembali ke bule itu, beliau bilang, dia emang tertarik bepergian dengan kereta api dan karena baca buku itu dia jadi tambah semangat katanya. Selain itu, beliau bilang, kalau kita pergi ke airport manapun, pemandangan yang kita lihat itu selalu sama. Ruang tunggu, toko-tokonya, dan segala macam yang ada di airport lah. Sedangkan kalau stasiun kereta api itu berbeda satu sama lainnya. Lalu si istri bule menambahkan, kalau setiap stasiun kereta api punya ciri khas masing-masingnya. Satu hal lagi, beliau bilang dengan naik kereta api, lu bisa ngobrol dan tahu banyak hal baru dari banyak orang yang baru dari kalangan yang lebih luas dibandingkan dengan naik pesawat, yah kita tahu kalau naik pesawat kan sampai saat ini masih hanya mencakup kalangan-kalangan tertentu. Dan gue cukup setuju dengan apa yang mereka bilang itu.

Satu lagi topik yang menurut gue menarik banget. Bapak bule bertanya gue dari kota mana. Beliau pikir gue orang Malaysia. Lalu gue jawab dari Indonesia. Lalu dia tampak sedikit kaget juga sih, lalu dia bilang, "Well, this is interesting because both of us now live in Indonesia too, in Jakarta. Now, where do you come from?" Dan gue bilang gue dari Sumatra. Dia nebaknya gue dari Medan dan gue kasih tau aja gue dari Pekanbaru dan sepertinya dia (oke, persetan dengan kata "beliau" :P) pernah dengar sesuatu tentang Pekanbaru. Ehm, yang paling mantap adalah saat dia bilang begini, "I'm going to say this not because you are Indonesian, but we do like Indonesia more than Malaysia. You know, the hawkers on the street and yeah, everything. Malaysia is good though, they have western civilization, almost the same like Singapore. But yeah, we just like Indonesia better. It's just more.... AUTHENTIC" Wahhh gila gue suka banget dengan penggunaan kata "authentic" itu. Sejenak gue merasa bangga banget menjadi orang Indonesia. Karena kita punya nilai lebih di mata orang-orang asing. Haha. Contoh kecil sih, tapi menurut gue cukup berarti.

Dua topik itulah yang menurut gue paling menarik. Gue seneng banget bisa dapet kesempatan ngobrol sama mereka berdua. Sekalian mengetes bahasa Inggris gue yang udah soak itu. Hehe. Yang gue seneng juga, mereka berdua bilang bahasa Inggris gue bagus. Sebenarnya gue cukup senang dengan pujian itu, karena yah for some time I never practice my English any longer. Di samping itu awalnya gue juga cukup takut gue ga ngerti mereka ngomong apa sama gue. By the way, setelah ngobrol cukup banyak sama mereka, ternyata dia itu kerja di salah satu perusahaan elektronik di Jakarta, yaitu Phillips. Tebakan gue sih, kayaknya dia punya jabatan yang cukup gede di perusahaan itu. Tapi gue herannya, kenapa dia harus naik pesawat murah kayak Air Asia :P

Pembicaraan gue berhenti sampai akhirnya mereka udah dapet panggilan boarding (btw gue lupa bilang, pesawat gue dan mereka delay tanpa pemberitahuan makanya gue bisa ngobrol lama sama mereka) dan sama gue juga TERNYATA udah harus boarding dan waktu itu uda sampai final call TANPA PEMBERITAHUAN. Kalau waktu itu gue ga kepo jalan ke T3 sangat mungkin gue uda sukses ketinggalan pesawat. Hehe. Ahem, sampai di sini deh sharing gue tentang Bapak dan Ibu Phillips (seenak jidat namain orang). See you in the next posts! :DD


***

Gue baru inget ternyata gue belum post tentang apa yang terjadi di hari ulang tahun gue. Sehari sebelumnya gue udah dapet kejutan dari sahabat gue (baca Sembilan Belas Kurang Satu) dan sorenya ternyata gue dapet satu kejutan lagi dari seseorang yang namanya ga akan gue sebutkan for some reasons dan yah gue cukup kaget dengan kejutan yang satu ini karena datengnya ga diduga-duga. Tepat hari ulang tahun gue, yang gue lakukan adalah bikin jelly buah, dan nyetrika baju. Haha. Lalu malemnya sih makan bareng keluarga (kali ini kita memutuskan makan di rumah, bikin shabu-shabu gitu) dan setelah itu pergi ke Gramedia beli novel. That's it! Oh ya gue lupa. Siangnya gue ditelepon oleh satu temen gue, dan yah dia (baca : she) yang bernama Meity Budiani Lestari mengucapkan  Happy Birthday ke gue sambil marah-marah juga karena tengah malam dia misscall gue sampe 9 kali dan yang gue lakukan waktu itu adalah berjalan-jalan ke alam mimpi. Akhirnya dia nyuruh gue buka email dan I got one thing yang sukses membuat gue nangis. Dan itu adalah SEBUAH TIKET KONSER JAY ZHOU! Gila gue sama sekali ga nyangka gue bakal dapat kesempatan ini, kesempatan buat liat Jay Zhou. Mimpi aja gue sama sekali ga berani. Dan kali ini, hal yang ga pernah gue mimpikan ini jadi kenyataan :')


*Maaf yah cuma print screen-an jadi ga kelihatan jelas. Yang tertulis di sana adalah :

To : Sastika Taniady
2011 周杰伦广州演唱会

时间:2011-01-08
场馆:天河体育场
www.jay2u.com
NB : Penukaran tiket dapat diambil di rui xing yuan 1004 room
CP : xxxxxxxxx (gue sensor karena itu adalah nomor telepon Meity jelek :P)
Gue ga tau gimana cara menggambarkan perasaan gue waktu itu. Gue kaget, senang, ahh semuanya lahh. Haha. Gue bersyukur banget sama Tuhan. Seriously (:

Selain itu, kemarin malam waktu gue nyampe ke Guangzhou, gue dijemput sama Ci Tan-tan dan waktu itu hujan deres banget sampai akhirnya kita kebasahan (well dia lebih basah sih karena beberapa kali gue memonopoli payung, padahal bukan payung gue). Kemarin gue nginap di tempatnya karena gue pikir terlalu malam buat balik ke asrama dan beres-beres. Gue terlalu malas untuk beres-beres di malam hari. Dan dia bilang ada customernya yang lagi nginep di rumahnya. Sebenarnya gue juga uda heran, tumben banget ada customer nginap di rumah. Belum lagi dia bilang ga bawa kunci rumah dan telepon kliennya buat bukain pintu. Ternyata gue dikerjain lagi. Dan di rumahnya, anak-anak uda nyiapin kejutan buat gue. Dan gue seneng banget. Gue bahagia banget punya temen-temen seperti mereka. Dan gue tahu, itu adalah salah satu pelangi terbaik yang Tuhan uda berikan buat gue :')

PS:I am convincing myself that I am not getting older on my birthdays, instead I am getting NEWER. Thanks for Mr. Febryandi Jiang for telling me these words :)