Tujuh Sampai Dua Belas

picture credit : Lauren Withrow

Seems I was walking in the wrong direction
I barely recognized my own reflection, no
Scared of love, but scared of life alone
Seems I've been playin' on the safe side baby
Building walls around my heart to save me, oh
But it's time for me to let it go.

Yeah, I'm ready to feel now
No longer am I 'fraid of the fall down
It must be time to move on now
Without the fear of how it might end
I guess I'm ready to love again.

Just when you think that love will never find you
You run away but still it's right behind you, oh
It's just something that we can't control

Yeah, I'm ready to feel now
No longer am I 'fraid of the fall down
It must be time to move on now
Without the fear of how it might end
I guess I'm ready to love again.

So come and find me
I'll be waiting up for you
I'll be holding out for you tonight

Yeah, I'm ready to feel now
No longer am I 'fraid of the fall down
It must be time to move on now
Without the fear of how it might end
I guess I'm ready, ready to love again.

- Ready to Love Again by Lady Antebellum- 

Penggalan dari salah satu lagu yang hari ini jadi penyemangat gue. Sebenarnya hari ini gue juga ga ada ide buat nulis apa-apa di blog sih, cuma gue pengen aja mencoret-coret blog gue dengan tulisan gue dan menambah Archive gue di bulan Oktober ini (soalnya baru ada satu haha). Mumpung gue lagi ada niat, jadi sekalian deh gue buat post kali ini.

Sebenarnya gue hari ini mau nge-post tentang sesuatu yang jadi pemikiran gue selama beberapa waktu belakangan, beberapa hari ini khususnya. Haha malu untuk mengakuinya, tapi yang gue pikirin selama ini adalah tentang Pasangan Hidup. Bukan tidak mungkin kalau beberapa waktu di masa depan gue akan menyesali apa yang sudah gue tulis di sini hari ini. Buakakakak.

Nah selama ini gue sebenarnya selalu bilang kalau gue belum fokus soal siapa pasangan hidup gue. Well sebenarnya juga sekarang gue ga berfokus ke sana juga sih. Tapi dulu pernah ada cici gereja gue bilang ke gue, lebih baik kita mulai mendoakan soal pasangan hidup itu mulai dari sekarang, soalnya kita ga bakalan tahu kapan waktu yang bener-bener tepat dimana Tuhan bakal kasih orang itu ke kita. Dan yahh akhir-akhir ini sih gue mulai serius memikirkan (dan mendoakan) hal itu.

Gue ga bakalan curhat di sini, apakah gue lagi jatuh cinta atau apalah sehingga gue ngebet berdoa buat pasangan hidup gue. Sekarang ini sih gue cuma pengen share sedikit aja tentang apa isi pemikiran gue. Pertama, kenapa gue memakai lagu Ready to Love Again sebagai pembuka post gue? Jawabannya sebenarnya adalah karena sebenarnya selama ini gue sibuk menyiksa diri gue tentang ingatan masa lalu yang sebenarnya udah ga perlu dipikirkan lagi, dan hari ini waktu gue lagi dengerin Shuffle gue, tiba-tiba lagu ini berasa kena aja di gue. Terutama di bagian "It must be time to move on now", gue ngerasa lagu ini sedang bicara sama gue. "Berhenti untuk stag di masa lalu, Sas! Jangan terus-terusan sibuk mikirin apa yang udah bukan milik lu lagi." Dan gue rasa semuanya itu bener sih, it must be time to move on now :)

Yah gue rasa kalian juga pasti langsung tahu lahh apa yang gue sedang bicarakan di atas tadi. Tidak jauh dari topik-topik anak remaja, buakakak. Nah sekarang ini gue juga hampir meninggalkan usia remaja gue, jadi udah saatnya gue berhenti buat bersikap kayak anak baru gede. Sekarang waktunya gue belajar menjadi wanita dewasa. Haha.

Selanjutnya, apa maksud dari judul "Tujuh Sampai Dua Belas"? Inilah yang menjadi doa gue dalam tema pasangan hidup. Gue diajarkan kalau kita mau berdoa buat pasangan hidup, lu harus ngomong ke Tuhan, lu mau pasangan yang seperti apa. Soal jawabannya, yah terserah yang di atas dong. Hehe. Kali ini gue sih pengen share aja tentang apa yang gue doakan ke Tuhan. Sebenarnya intinya adalah harapan gue atas pasangan hidup gue nantinya. 

Pertama, gue berharap usianya harus di atas gue. Berapa jaraknya? Tujuh sampai dua belas tahun adalah jawabannya. Gue pengen punya pasangan hidup yang sifatnya jauh lebih dewasa daripada gue. Mengingat sifat gue yang terkadang masih kekanak-kanakan (pengaruh usia juga sih) jadi gue berharap bisa punya pasangan hidup yang bisa membimbing gue dalam sikap gue. Dan sebenarnya juga gue berharap dia bisa mengontrol gue sih. Selain itu, gue juga dari dulu merasa kalau cowok yang lebih tua itu selalu punya nilai lebih daripada yang sebaya sama gue.

Kedua, dia harus cinta sama Tuhan. Sebenarnya ini syarat yang curang sih, karena dengan syarat ini, itu uda jadi satu paket yang bagus banget. Dengan cinta sama Tuhan, di dalam dia pasti udah banyak sifat-sifat baik dan dia pasti punya tata hidup yang sesuai dengan yang sepantasnya dilakukan oleh orang-orang Kristen. Dan yahh, gue memilih syarat curang ini sebagai salah satu syarat pasangan hidup gue :P

Bagaimana dengan wajah yang ganteng atau duit yang banyak? Menurut gue, itu semua bonus lahh. Kalau misalnya dua syarat di atas uda kesampaian, gue sih uda cukup senang. Tapi kalau misalnya ditambahin bonus lagi, cakep udah itu mapan, wooohhh itu mah uda suatu berkat yang gede banget haha. Tapi gue tetep sama komitmen gue, gue ga akan mempunyai komitmen pacaran sebelum gue lulus kuliah setidaknya. Gue harus menyelesaikan tuntutan gue sebagai pelajar dulu, baru gue boleh dong mikirin hal-hal tentang having boyfriend or something. 

Ini dia! Salah satu tujuan gue menulis hal ini adalah, gue pengen liat aja. Apakah ke depannya gue bakal berhasil mewujudkan apa yang gue bilang di sini dan apakah suatu hari nanti, pasangan hidup gue bakal sesuai dengan yang gue tulis sekarang ini? Haha. Tapi gue berharap sih gue ga akan menghapus post kali ini karena merasa geli sendiri sama apa yang gue tulis.

Anyway, it's late now. Time for bed. Selamat malam, China! Selamat malam, Indonesia! Selamat malam, buat siapapun yang sedang merasakan malam. Have a blessed night! Gbu always :)


With love,
Sastika Yang Sedang Suka Berpikir Yang Aneh-Aneh

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...