Overestimating


Gue memutuskan untuk membahas topik ini semenjak pembicaraan gue sama Etin (hey girl!) beberapa waktu lalu di Ayam Penyet Bu Kris #HarusBangetBilangDimana. Waktu itu kita lagi ngebahas salah satu permasalahan yang sedang dihadapi sama orang di sekitarnya dia, dan pas banget kebetulan juga gue ga lama baru menemukan 'kasus' yang kurang lebih sama.

Overestimating, kayanya itu kata yang ga gitu sering kita denger. Kalo temennya si 'underestimate' sih sering banget kayanya yah kita temuin dalam pembicaraan atau kehidupan sehari-hari kita, padahal ya mungkin sebenernya kita sendiri itu suka ga sadar kalo kita sering ngelakuin itu.

Setelah melalui pemikiran-pemikiran yang sebenernya sering kali ga begitu penting, gue mendapatkan kesimpulan kalau overestimating itu sebenernya beda tipis banget sama kesombongan, cuman menurut gue perbedaannya ada di sini: kalo sombong itu kita merasa diri kita lebih baik dalam aspek-aspek tertentu dari orang lain (misalnya lebih cantik, lebih kaya, lebih pinter dll) atau di saat kita ngerasa mampu atau menganggap segala sesuatu itu sepele, itu namanya kita sombong. Tapi di sisi lain di saat kita itu lagi overestimating, kita itu memandang sesuatu dari segi yang berlebihan, yang mungkin ga sepenuhnya (belum tentu) bener. Daaaan sering kali, kita itu ga sadar kalau kita uda ngelakuin itu.

Masih soal perbedaannya dengan kesombongan, kalau dari sisi lain yang gue lihat, sombong itu lebih ke perbandingan dengan orang lain, tapi kalau overestimating itu adalah masalah kita sama diri kita sendiri, in which when it happens, subjek yang dirugikan sebenarnya ya kita sendiri juga.

Setelah gue meneliti diri gue dan beberapa 'kasus' yang pernah gue temuin, berikut beberapa poin tentang tanda-tanda kalau kita itu lagi overestimating. Again, you know, just my two cents:
  1. You feel like you carry the world's weight on your back.
    Sebenarnya lebih gampangnya kaya kita itu ngerasa kalau masalah yang kita hadapi itu berat banget, lebaynya uda kaya orang paling susah sedunia aja. Jadi dalam kasus ini tuh lebih kaya melebih-lebihkan masalah yang kita hadapin padahal mungkin aja kita sebenernya cuma perlu ngerubah sudut pandang dalam memahami persoalan ato masalah itu.

    By the way, do you realize that how most of the times we can relate to songs? Like if the songs were made for us, kaya bisa pas banget gitu menggambarkan perasaan kita? Menurut gue, itu adalah satu bukti kalau sebenernya banyak orang bisa relate ke satu permasalahan yang sama, which means, you are not alone, dealing with all your problems, so there's no need to overestimate it (in this case, the problems we're dealing with).

  2. You keep thinking that certain people dislike you and that bothers you a lot.
    Nah ini nih salah satu poin yang menurut gue menarik, 'overestimating yourself'. Ada satu saat dimana gue ketemu orang yang merasa orang-orang itu ga suka sama dia, bahkan istilahnya kaya sampe pengen 'menyingkirkan' dia dari komunitasnya, beneran deh sampe segitunya. Tapi itu menyadarkan gue kalau sebenarnya kita juga pasti pernah ngerasa kaya gitu, kalau ada yang ga seneng sama kita, selalu ngejelek-jelekin kita ato apa, padahal belum tentu loh ya.

    Ibaratnya gini, kita di sininya uda sepet banget sama ini orang karena kita ngira kalo dia sensi ato apalah sama kita, tapi ternyata orangnya di sana juga boro-boro deh mikirin kita sampe niat banget jelek-jelekin kita, jangan-jangan malah kita sama sekali ga pernah lewat di otaknya dia. Di saat kita lagi keki sama itu orang, doinya malah lagi sibuk makan eskrim sambil foto-foto pencitraan buat dipasang di Instagram #ContohYangAneh. Yang harus kita inget banget itu, everyone deals with their own problem dan ya ga semua orang punya waktu dan tenaga buat mikirin orang lain lagi. Even if it's true, why bother thinking about people that don't even matter?

  3. Assuming that you are 'that' irreplaceable.
    Kalo poin yang ini nih yang paling kena ke gue sebenernya, dan sebenernya baru aja kejadian belakangan ini #CurcolMba #BisaAjaCuriCuriKesempatan #LOL never mind. Hmm, jadi kalau di poin yang ini tuh gue diingetin kalo in this such a big world, kita itu sebenernya bisa dengan gampang banget digantiin posisinya sama orang lain, dalam segi apapun. That is why it leads me to another life challenge dimana dengan hidup kita yang sebenernya kecil banget ini, gimana sih caranya kita biar kita bisa ngasih dampak yang lebih lagi ke orang lain? How do we actually make our capacity bigger? I am still figuring this thing out too.
Well, those are pretty much things I wanted to share this time. Gimana, pernah ga sih relate sama keadaan-keadaan di atas? Seperti biasa, sebenernya gue nulis post ini juga pure karena gue pengen bisa ngingetin diri gue tentang pelajaran-pelajaran yang gue dapetin, and besides, sharing is caring, right? Hope this post brings positive message to anyone who's reading. God bless you, guys!

2 comments:

Janangelica L said...

I love reading your blog and also kak Jane too :) I don't know why some of your posts really touched me or even teach me a very big lesson towards my life. And I'm so grateful that I found out you guys blogs :D

Sastika Taniady said...

Aaaaawww do you really have to be this sweet? This comment really made my day and when I showed this to Jane, it excited her too! Thank you so much for this, it's a great support for us to keep blogging, because I kinda thought that I am the only person who actually read my blog LOL. Hope you have a blessed week ahead!

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...